Orang yang masih muda dan suka bersukan biasanya lebih sehat dan lebih kuat daripada orang yang sudah tua dan jarang bersukan. Orang yang masih muda dan rajin bersukan juga biasanya dianggap lebih jauh dari kematian daripada orang tua dan orang yang jarang bersukan. Tapi itu bukan sebuah kepastian. Tiada yang dapat menjamin bahawa mereka tidak akan wafat lebih dahulu daripada orang yang usianya lebih tua dan perilaku hidupnya tidak sehat.
Pada 27 Ogos 2013 lepas, seorang pemain bola sepak pada sebuah klab di Argentina, Hector Sanabria, tiba-tiba jatuh di tengah padang saat pertandingan bola sepak baru berjalan sekitar tiga puluh menit. Ia jatuh begitu sahaja tanpa ada kontak dengan pemain lain. Kemungkinan penyebabnya adalah serangan jantung. Dokter segera turun ke padang untuk menolongnya. Sanabria terus dibawa ke hospital. Namun, saat tiba di hospital, ia sudah meninggal dunia (http://www.foxnews.com/sports/2013/08/27/27-year-old-hector-sanabria-dies-heart-attack-during-match-in-argentina-third/).
Umurnya baru 27 tahun. Ia wafat hanya satu hari sebelum ulang tahunnya yang ke-28. Hector Sanabria masih berusia muda dan tentu sahaja ia rajin bersukan kerana ia adalah seorang pemain bola sepak. Namun ia wafat di usia mudanya itu ... dan saat sedang bertanding bola sepak.
Bukan hanya Hector Sanabria yang mengalami hal semacam ini. Beberapa bulan lepas, tepatnya pada 5 Januari 2013, seorang budak berusia 16 tahun bernama Philip Lamin, juga mengalami hal yang sama. Saat bermain bola sepak bersama kawan-kawannya di sebuah padang di sekolahnya di London, Lamin tiba-tiba terjatuh tanpa ada sebarang kontak dengan pemain lain. Ia segera dibawa ke hospital, tapi nyawanya sudah tak tertolong lagi. Lamin wafat di hospital beberapa jam kemudian (http://www.dailymail.co.uk/news/article-2274380/Boy-16-dies-collapsing-playing-football-friends-school.html).
Lamin digambarkan sebagai seorang dengan senyum yang khas dan suka membuat rakan-rakannya tertawa. ia juga disebut sebagai salah satu pesukan paling berbakat di sekolah itu. Tapi jika ajal sudah datang, maka kematian tak akan mundur ke belakang. Orang yang masih sangat belia, bahkan masih remaja, tak memberi jaminan masih panjangnya usia. Orang yang rajin bersukan, dan sering melakukannya bersama rakan-rakan, belum tentu ia jauh dari kematian.
Tapi jangan menjadi malas bersukan selepas membaca tulisan ini. Bersukanlah dan jagalah kesihatan, tapi sering-seringlah mengingati kematian.
Syed Alwi Alatas
Kuala Lumpur, 1 September 2013
Saturday, August 31, 2013
Tuesday, August 27, 2013
Kematian yang tidak seharusnya terjadi
Dalam berita hari ini disebutkan tentang seorang budak berusia 8 tahun di sebuah kampung di Lousiana, US, yang menembak mati neneknya. Motivasi di sebalik pembunuhan itu masih diselidiki. Budak itu berkata kepada petugas bahwa ia menembak neneknya itu secara tidak sengaja saat bermain-main dengan senjata api. Tapi penyelidikan menunjukkan bahwa kemungkinan besar budak itu menembak neneknya dengan sengaja dari belakang saat neneknya sedang duduk di ruang tamu.
Penyelidikan juga menemukan bahwa kejadian itu berlaku hanya beberapa menit selepas budak itu bermain video games yang mengandungi kekerasan. Video games yang dimainkan budak itu, Grand Theft Auto IV, merupakan game realistik yang mendorong pemainnya untuk mengumpulkan reward sebanyak mungkin dengan membunuh orang-orang yang ada di games tersebut. Perusahaan yang membuat games itu, walaupun merasa shock dengan kejadian tersebut, membantah kejadian itu sebagai dipengaruhi oleh video games kekerasan. (http://my.news.yahoo.com/eight-old-kills-grandmother-playing-video-game-040333234.html)
Nyawa manusia itu mahal. Tak semestinya kita bermain-main dengannya. Walaupun banyak penelitian dibuat untuk menolak kaitan unsur-unsur kekerasan dalam film dan video games dengan meningkatnya kekerasan dan pembunuhan, ia tetap mengganggu logika dan akal sehat manusia. Ide-ide kekerasan (violence) dalam film dan games itu, sedikit sebanyak, tentulah memberi pengaruh pada pikiran manusia, terlebih pada budak-budak.
Main-main sahaja sudah termasuk hal yang sia-sia, apalagi jika bermain dengan games yang mengajarkan kekerasan. Hidup ini hanya sekejap, jangan sampai kita mengakhirinya dengan keburukan dan kesia-siaan.
Syed Alwi Alatas,
Kuala Lumpur
28 Ogos 2013
*Gambar di atas hanya sebagai ilustrasi, tidak berkaitan dengan berita.
Penyelidikan juga menemukan bahwa kejadian itu berlaku hanya beberapa menit selepas budak itu bermain video games yang mengandungi kekerasan. Video games yang dimainkan budak itu, Grand Theft Auto IV, merupakan game realistik yang mendorong pemainnya untuk mengumpulkan reward sebanyak mungkin dengan membunuh orang-orang yang ada di games tersebut. Perusahaan yang membuat games itu, walaupun merasa shock dengan kejadian tersebut, membantah kejadian itu sebagai dipengaruhi oleh video games kekerasan. (http://my.news.yahoo.com/eight-old-kills-grandmother-playing-video-game-040333234.html)
Nyawa manusia itu mahal. Tak semestinya kita bermain-main dengannya. Walaupun banyak penelitian dibuat untuk menolak kaitan unsur-unsur kekerasan dalam film dan video games dengan meningkatnya kekerasan dan pembunuhan, ia tetap mengganggu logika dan akal sehat manusia. Ide-ide kekerasan (violence) dalam film dan games itu, sedikit sebanyak, tentulah memberi pengaruh pada pikiran manusia, terlebih pada budak-budak.
Main-main sahaja sudah termasuk hal yang sia-sia, apalagi jika bermain dengan games yang mengajarkan kekerasan. Hidup ini hanya sekejap, jangan sampai kita mengakhirinya dengan keburukan dan kesia-siaan.
Syed Alwi Alatas,
Kuala Lumpur
28 Ogos 2013
*Gambar di atas hanya sebagai ilustrasi, tidak berkaitan dengan berita.
Sunday, August 25, 2013
Kematian tidak Menunggu Selesainya Perancangan
Kematian merupakan sesuatu yang sudah ditentukan waktunya. Pada saatnya datang, ia tak akan maju dan tak akan mundur. Manusia membuat perancangan dalam hidupnya, sesuai dengan harapan-harapannya yang banyak. Ada yang ingin menikah pada tahun hadapan. Ada yang ingin membangun rumah pada akhir tahun. Ada yang ingin menjadi ahli parlimen atau menteri besar selepas pilihan raya yang akan datang. Namun boleh jadi kematian datang mendahului, dan rencana-rencana itu ikut terkubur bersama orang-orang yang memimpikannya.
Buatlah rencana yang baik, tidak ada masalah dengan itu. Tapi ingatlah juga kematian yang boleh datang pada setiap masa. Terwujudnya rencana bukan sesuatu yang pasti. Namun datangnya kematian sudah pasti akan terjadi.
Pada bulan Mei 2013, ada Pilihan Raya di Malaysia (PRU 13). Orang-orang mengundi pada tanggal 5 Mei 2013. Di antara yang mengundi itu, ada seorang lelaki berusia 56 tahun yang ikut menunggu giliran di sebuah pusat mengundi di Ipoh. Namun belum sempat lagi memberikan undi, pada tengah hari pukul 12.35, tiba-tiba ia terjatuh. Ia pengsan dan meninggal dunia di tempat itu juga.
Ia segera dibawa ke Hospital Raja Permaisuri Banun untuk bedah siasat. Hasil bedah siasat menyebutkan lelaki itu meninggal disebabkan sesak nafas saat menunggu giliran mengundi. Ahli keluarga pula menyebutkan bahwa mangsa memiliki penyakit kencing manis dan darah tinggi (sumber berita: my.news.yahoo).
Banyak sebab yang boleh membawa pada kematian. Namun alasan utama yang sebenar adalah kerana ajalnya sudah ditentukan pada waktu dan tempat tersebut. Ia ikut berdiri dan menunggu giliran bersama yang lain dengan sabar, dengan sebuah undi di tangan, tanpa mengetahui bahawa ajalnya sudah ditentukan sebelum ia sempat menjalankan rencananya.
Kita pun mempunyai banyak perancangan dalam hidup, besar mahupun kecil. Dan kita juga tidak tahu bila ajal akan datang. Sila buat dan jalankan perancangan positif. Tapi ingatlah selalu tentang kematian yang kehadirannya tidak pernah menunggu selesainya sebuah rancangan.
Syed Alwi Alatas
Kuala Lumpur
26 Ogos 2013
Buatlah rencana yang baik, tidak ada masalah dengan itu. Tapi ingatlah juga kematian yang boleh datang pada setiap masa. Terwujudnya rencana bukan sesuatu yang pasti. Namun datangnya kematian sudah pasti akan terjadi.
Pada bulan Mei 2013, ada Pilihan Raya di Malaysia (PRU 13). Orang-orang mengundi pada tanggal 5 Mei 2013. Di antara yang mengundi itu, ada seorang lelaki berusia 56 tahun yang ikut menunggu giliran di sebuah pusat mengundi di Ipoh. Namun belum sempat lagi memberikan undi, pada tengah hari pukul 12.35, tiba-tiba ia terjatuh. Ia pengsan dan meninggal dunia di tempat itu juga.
Ia segera dibawa ke Hospital Raja Permaisuri Banun untuk bedah siasat. Hasil bedah siasat menyebutkan lelaki itu meninggal disebabkan sesak nafas saat menunggu giliran mengundi. Ahli keluarga pula menyebutkan bahwa mangsa memiliki penyakit kencing manis dan darah tinggi (sumber berita: my.news.yahoo).
Banyak sebab yang boleh membawa pada kematian. Namun alasan utama yang sebenar adalah kerana ajalnya sudah ditentukan pada waktu dan tempat tersebut. Ia ikut berdiri dan menunggu giliran bersama yang lain dengan sabar, dengan sebuah undi di tangan, tanpa mengetahui bahawa ajalnya sudah ditentukan sebelum ia sempat menjalankan rencananya.
Kita pun mempunyai banyak perancangan dalam hidup, besar mahupun kecil. Dan kita juga tidak tahu bila ajal akan datang. Sila buat dan jalankan perancangan positif. Tapi ingatlah selalu tentang kematian yang kehadirannya tidak pernah menunggu selesainya sebuah rancangan.
Syed Alwi Alatas
Kuala Lumpur
26 Ogos 2013
Friday, August 23, 2013
Mencari Husnul Khatimah: Jiwaku Bergetar
Diberikan amanah yang besar oleh penulis. Sangat bermanfaat untuk diri saya sendiri.
Banyak tamsil ibarat daripada kisah dan penceritaan. Soal besar dan pasti tentang kematian dimudahkan fahamnya dengan ayat-ayat mudah bersama tamsil kisah dan cerita.
Tidak dinafikan jiwa saya bergetar di banyak catatan dan tazkirah. Demi Allah yang nyawa saya berada dalam genggaman-Nya, diri ini gementar dan insaf. Moga insaf itu selamanya menjadi teman dan ditransformasikan menjadi amal baik buat menemani di alam barzakh.
Soal mati yang baik, mati yang buruk dan balasan setiap jenis mati itu diberitakan Allah dan Rasulullah (SAW). Itulah yang ditata oleh penulis dengan baik dan menyentuh roh saya. Alam kubur adalah misteri, namun misteri itu dikhabarkan oleh Rasulullah (SAW). Justeru itu panduan untuk kita agar jangan menjadi hamba Allah yang menerima siksa kubur yang dahsyat. Belum lagi seksa akhirat yang maha dahsyat juga.
Satu bab yang menarik (antara bab-bab lainnya) ialah berkenaan sahabat kita berupa Al-Quran. Dalam sebuah buku, saya ada nukilkan hadis Rasulullah (SAW) berkenaan seorang pemuda yang menemani kita di dalam kubur. Itulah sahabat yang dimaksudkan, sahabat yang bersama kita sehingga ke alam kubur, dan menjadi pembela kita. Penulis buku ini bercerita lebih terperinci lagi. Insya-Allah, kematian husnul khatimah andai kita sentiasa membaca, mentadabbur dan seterusnya mengamalkan setiap yang kita kutip daripada Al-Quran.
Sebaik usai membaca bahagian ini, terus saya mengambil mushaf tafsir Al-Quran dan membacanya. Lantas bertemu ayat 48, Surah al-A’raf dengan maknanya, “Dan orang-orang yang berada di atas tembok Al-A’raaf menyeru beberapa orang (ketua kaum kafir) yang mereka kenal dengan tandanya, dengan berkata: ‘Nampaknya kumpulan kamu yang ramai (atau kekayaan kamu yang besar) dan juga segala apa yang kamu sombongkan dahulu – tidak dapat menolong kamu’.”
Tafsir lain ialah “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan” itu “ternyata tidak ada manfaatnya buat kamu.”
Subhanallah! Sebuah petunjuk untuk saya, insya-Allah. Begitu juga harapan dan doa saya serta penulis buku ini, bahawa harta boleh dicari, tetapi ingatlah mati dalam usaha itu. Justeru mati itulah penamat gembiranya mengumpul harta, walaupun dalam kaedah halal, apatah lagi dengan cara jalan haram yang pastinya seksa kubur dan akhirat menanti.
Cukuplah kematian itu nasihat terbesar para Mukmin, insya-Allah.
** Web Sutera @ Hizamnuddin bin Awang.
http://pasalbuku.blogspot.com/2013/08/mencari-husnul-khatimah-jiwaku-bergetar.html
Banyak tamsil ibarat daripada kisah dan penceritaan. Soal besar dan pasti tentang kematian dimudahkan fahamnya dengan ayat-ayat mudah bersama tamsil kisah dan cerita.
Tidak dinafikan jiwa saya bergetar di banyak catatan dan tazkirah. Demi Allah yang nyawa saya berada dalam genggaman-Nya, diri ini gementar dan insaf. Moga insaf itu selamanya menjadi teman dan ditransformasikan menjadi amal baik buat menemani di alam barzakh.
Soal mati yang baik, mati yang buruk dan balasan setiap jenis mati itu diberitakan Allah dan Rasulullah (SAW). Itulah yang ditata oleh penulis dengan baik dan menyentuh roh saya. Alam kubur adalah misteri, namun misteri itu dikhabarkan oleh Rasulullah (SAW). Justeru itu panduan untuk kita agar jangan menjadi hamba Allah yang menerima siksa kubur yang dahsyat. Belum lagi seksa akhirat yang maha dahsyat juga.
Satu bab yang menarik (antara bab-bab lainnya) ialah berkenaan sahabat kita berupa Al-Quran. Dalam sebuah buku, saya ada nukilkan hadis Rasulullah (SAW) berkenaan seorang pemuda yang menemani kita di dalam kubur. Itulah sahabat yang dimaksudkan, sahabat yang bersama kita sehingga ke alam kubur, dan menjadi pembela kita. Penulis buku ini bercerita lebih terperinci lagi. Insya-Allah, kematian husnul khatimah andai kita sentiasa membaca, mentadabbur dan seterusnya mengamalkan setiap yang kita kutip daripada Al-Quran.
Sebaik usai membaca bahagian ini, terus saya mengambil mushaf tafsir Al-Quran dan membacanya. Lantas bertemu ayat 48, Surah al-A’raf dengan maknanya, “Dan orang-orang yang berada di atas tembok Al-A’raaf menyeru beberapa orang (ketua kaum kafir) yang mereka kenal dengan tandanya, dengan berkata: ‘Nampaknya kumpulan kamu yang ramai (atau kekayaan kamu yang besar) dan juga segala apa yang kamu sombongkan dahulu – tidak dapat menolong kamu’.”
Tafsir lain ialah “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan” itu “ternyata tidak ada manfaatnya buat kamu.”
Subhanallah! Sebuah petunjuk untuk saya, insya-Allah. Begitu juga harapan dan doa saya serta penulis buku ini, bahawa harta boleh dicari, tetapi ingatlah mati dalam usaha itu. Justeru mati itulah penamat gembiranya mengumpul harta, walaupun dalam kaedah halal, apatah lagi dengan cara jalan haram yang pastinya seksa kubur dan akhirat menanti.
Cukuplah kematian itu nasihat terbesar para Mukmin, insya-Allah.
** Web Sutera @ Hizamnuddin bin Awang.
http://pasalbuku.blogspot.com/2013/08/mencari-husnul-khatimah-jiwaku-bergetar.html
Thursday, August 22, 2013
Mati dan Hidup Lagi
Saat membuat tulisan tentang orang yang meninggal dunia secara klinikal kemudian hidup kembali, saya mencari gambar di google dengan memasukkan kata ‘clinically dead’. Saya merasa terkejut kerana banyak gambar yang diberikan oleh google adalah gambar Hosni Mubarak. Saya sempat berasa pelik. Apakah google sudah mulai eror dalam layanan pencariannya.
Kemudian saya berpikir, mungkin ada berita terbaru yang belum saya tengok tentang Mesir. Apakah Hosni Mubarak yang dikatakan akan dibebaskan itu tiba-tiba sahaja meninggal dunia? Saya pun membuka gambar itu dan membaca beritanya. Ternyata itu berita lama, tahun 2012. Saat itu ia sempat dikhabarkan meninggal dunia secara klinikal.

Terlepas dari berita itu, sebenarnya mengikut pada apa yang berlaku di Mesir sekarang ini Hosni Mubarak memang telah mati secara politik, politically dead, dan sekarang ini tampaknya bangkit kembali dengan pertolongan Abdul Fatah al-Sisi dan kawan-kawannya. Mubarak yang sudah jatuh dari kekuasaan, dipenjara, dan masuk mahkamah untuk menunggu hukuman, sekarang ini tampaknya akan dilepaskan kembali. Apakah ia akan kembali ke kursi kekuasaan, kita belum mengetahuinya.
Apa pun yang berlaku, pada akhirnya Mubarak, al-Sisi, dan yang lainnya akan mati juga, baik secara politik ataupun secara klinikal, mati yang sebenar-benarnya. Semua ada batas waktunya. Firaun pun tak boleh membeli keabadian. Pada saat kematian datang, semua yang telah dilakukan seseorang di dunia akan dipertanggung-jawabkan.
Bagi sebahagian orang, dunia adalah tempat satu-satunya untuk meraih kemenangan dan kejayaan. Ia akan melakukan apa sahaja untuk mendapatkan kemenangan dan kejayaan itu, walaupun dengan cara berbuat sezalim-zalimnya pada orang lain. Tapi bagi orang yang beriman, kemenangan akhirat jauh lebih penting. Di dunia, ia akan berusaha untuk menang dan berjaya. Tapi kalau pun ia kalah, ia tak kisah. Kerana kemenangan akhirat itulah yang jauh lebih penting.
Dunia ini singkat dan akhirat itu abadi. Di antara keduanya ada kematian yang menyakitkan dan selepasnya ada hisab yang keras. Cukuplah ia sebagai pengingat bagi kita semua.
Kuala Lumpur
Syed Alwi Alatas
22 Ogos 2013
Kemudian saya berpikir, mungkin ada berita terbaru yang belum saya tengok tentang Mesir. Apakah Hosni Mubarak yang dikatakan akan dibebaskan itu tiba-tiba sahaja meninggal dunia? Saya pun membuka gambar itu dan membaca beritanya. Ternyata itu berita lama, tahun 2012. Saat itu ia sempat dikhabarkan meninggal dunia secara klinikal.

Terlepas dari berita itu, sebenarnya mengikut pada apa yang berlaku di Mesir sekarang ini Hosni Mubarak memang telah mati secara politik, politically dead, dan sekarang ini tampaknya bangkit kembali dengan pertolongan Abdul Fatah al-Sisi dan kawan-kawannya. Mubarak yang sudah jatuh dari kekuasaan, dipenjara, dan masuk mahkamah untuk menunggu hukuman, sekarang ini tampaknya akan dilepaskan kembali. Apakah ia akan kembali ke kursi kekuasaan, kita belum mengetahuinya.
Apa pun yang berlaku, pada akhirnya Mubarak, al-Sisi, dan yang lainnya akan mati juga, baik secara politik ataupun secara klinikal, mati yang sebenar-benarnya. Semua ada batas waktunya. Firaun pun tak boleh membeli keabadian. Pada saat kematian datang, semua yang telah dilakukan seseorang di dunia akan dipertanggung-jawabkan.
Bagi sebahagian orang, dunia adalah tempat satu-satunya untuk meraih kemenangan dan kejayaan. Ia akan melakukan apa sahaja untuk mendapatkan kemenangan dan kejayaan itu, walaupun dengan cara berbuat sezalim-zalimnya pada orang lain. Tapi bagi orang yang beriman, kemenangan akhirat jauh lebih penting. Di dunia, ia akan berusaha untuk menang dan berjaya. Tapi kalau pun ia kalah, ia tak kisah. Kerana kemenangan akhirat itulah yang jauh lebih penting.
Dunia ini singkat dan akhirat itu abadi. Di antara keduanya ada kematian yang menyakitkan dan selepasnya ada hisab yang keras. Cukuplah ia sebagai pengingat bagi kita semua.
Kuala Lumpur
Syed Alwi Alatas
22 Ogos 2013
Wednesday, August 21, 2013
Bangkit dari Kematian
Dalam akhbar The Sun semalam, Selasa 20 Ogos 2013, terdapat berita tentang seorang wanita Australia yang secara klinikal dinyatakan meninggal dunia, Namun tidak sampai satu jam kemudian wanita itu hidup semula, bangkit dari kematian. Wanita bernama Vanessa Tanasio yang berumur 41 tahun itu mengalami serangan jantung dan segera dibawa ke sebuah hospital di Melbourne. Arteri utamanya telah tersekat.
Tak lama selepas ketibaannya di hospital, ia dinyatakan meninggal dunia. Walaupun begitu, dokter tetap berusaha untuk membuka sekatan pada arterinya, sementara sebuah alat lainnya digunakan untuk memastikan bekalan darah ke otaknya.
Lebih kurang 42 menit kemudian, jantung wanita itu kembali berdenyut ke rentak normal. Ia hidup semula. Dokter yang menolongnya pun merasa hal itu sebagai sebuah keajaiban. “Indeed this is a miracle, “ kata dokter kardiologi Wally Ahmar, “I did not expect her to be so well.”

Pengalaman mati kemudian hidup semula cukup banyak terjadi, kadang disertai pengalaman menyaksikan apa-apa yang dilakukan orang-orang yang masih hidup di sekitarnya. Sebetulnya, orang itu memang belum ditakdirkan untuk meninggal dunia. Ia masih memiliki umur untuk hidup di dunia, walaupun melewati sebuah pengalaman semacam kematian untuk waktu tertentu. Ianya menjadi satu pelajaran bagi kita semua tentang hakikat kematian dan kebangkitan kembali.
Orang yang meninggal dunia pun bukannya berakhir kehidupannya secara mutlak. Ia hanya berpindah dari kehidupan di dunia ini kepada kehidupan yang berikutnya. Kerananya kita mesti sediakan bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan selepas ini.
Setiap insan pada akhirnya akan mati, mungkin di usia tua ataupun di usia muda. Bersedia atau tidak, Kita bakal mati juga. Tak semua orang mendapat kesempatan kedua, bangkit semula daripada kematian, seperti yang dialami wanita pada kisah di atas. Kebanyakan orang yang meninggal dunia tak pernah bangkit semula. Mereka mati seterusnya dan tak pernah kembali lagi.
Jika saat itu datang, adakah kita bersedia menghadapinya?
Kuala Lumpur, 21 Ogos 2013
Syed Alwi alatas
Tuesday, August 20, 2013
Tempahan awal
Untuk yang berminat boleh tempah awal di MPH
ID produk : 9789830974309
Format : Kulit Nipis
Penerbit : Galeri Ilmu
Tarikh terbitan : 22-AUG-2013
Kategori (utama): Rujukan Agama
Kategori (sub) : Motivasi Agama
Harga : RM 22.00*
Penghantaran tempatan: Bakal Terbit ! Tempahan awal disediakan
http://www.mphonline.com/books/nsearchdetails.aspx?&pcode=9789830974309
ID produk : 9789830974309
Format : Kulit Nipis
Penerbit : Galeri Ilmu
Tarikh terbitan : 22-AUG-2013
Kategori (utama): Rujukan Agama
Kategori (sub) : Motivasi Agama
Harga : RM 22.00*
Penghantaran tempatan: Bakal Terbit ! Tempahan awal disediakan
http://www.mphonline.com/books/nsearchdetails.aspx?&pcode=9789830974309
Testimoni
MEREKA TELAH MEMBACA 'MENCARI HUSNUL KHATIMAH':
Mencari Husnul Khatimah ... membuat saya merenung diri sendiri. Syed Alwi Alatas memaksa saya mencongak, apakah kebaikan yang selama ini telah dilakukan? Bacalah buku ini dengan hati yang terbuka. Insya-Allah ia menyentap jiwa dan perasaan. Fikirlah tentang kematian. Renunglah diri sendiri, jawapannya ada di dalam hati!
- ROZA ROSLAN Penulis buku 'Bukan Sekadar Resipi' dan 'Aroma Antara Benua'
Sungguh ... huraian oleh Ustaz Syed Alwi Alatas di dalam buku ini benar-benar menggetarkan jiwa. Saya makin tertarik untuk membaca satu bab demi satu bab di samping rasa gerun dan insaf meningkat satu bab demi satu bab di dalam hati sepanjang 'kembara' bersama buku ini. Sebuah pedoman untuk iman ... insya-Allah.
- IBNU RIJAL Penulis buku 'Bertanya Tentang Tuhan' dan 'Khutbah Terakhir Rasulullah'.
Apabila saya membaca karya ini, saya dapat merasakan bahawa karya ini benar-benar ‘hidup’. Allahu Akbar! Karya berbentuk tarbiah penceritaan, pengalaman dan perkongsian ini benar-benar seperti wayang gambar ketika membacanya, ada rasa takut, cemas, bahagia dan teruja. Sebuah karya yang mendatangkan buah-buah keinsafan, bahkan membuatkan kita lebih bersungguh-sungguh untuk terus membaiki diri dan umat. Kematian bukan tanda berakhirnya sebuah kehidupan, tetapi tanda bermulanya sebuah kehidupan yang abadi, syurga atau neraka!
- NOOR LAILA ANIZA BINTI ZAKARIA Perunding Motivasi & Pendakwah, IBS EXCEL TRAINING & CONSULTANCY
Risalah Mencari Husnul Khatimah ini sememangnya untuk ummah. Wasilah barakah yang mengguggah. Usai menelaah, pasti setiap diri akan bermuhasabah, hati akan tersentuh, air mata akan luruh kerana ia penuh hikmah dan ibrah!
- DR. KAMARIAH KAMARUDIN Pensyarah Kanan, Jabatan Bahasa Melayu, Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi, Universiti Putra Malaysia
Sangat bermanfaat untuk diri saya sendiri. Banyak tamsilan daripada kisah dan penceritaan. Soal besar dan pasti tentang kematian dimudahkan fahamnya dengan ayat-ayat mudah bersama tamsil kisah dan cerita.
Tidak dinafikan jiwa saya bergetar di banyak catatan dan tazkirah. Demi Allah yang nyawa saya berada dalam genggaman-Nya, diri ini gementar dan insaf. Moga insaf itu selamanya menjadi teman dan ditransformasikan menjadi amal baik buat menemani di alam barzakh.
- WEB SUTERA @ HIZAMNUDDIN AWANG Penulis buku ‘Berfikir Gaya Champion’, ‘Macedonia: Alexander Agung’ dan ‘Konstantinopel: Kibaran Panji-panji Al-Fateh’
Mencari Husnul Khatimah ... membuat saya merenung diri sendiri. Syed Alwi Alatas memaksa saya mencongak, apakah kebaikan yang selama ini telah dilakukan? Bacalah buku ini dengan hati yang terbuka. Insya-Allah ia menyentap jiwa dan perasaan. Fikirlah tentang kematian. Renunglah diri sendiri, jawapannya ada di dalam hati!
- ROZA ROSLAN Penulis buku 'Bukan Sekadar Resipi' dan 'Aroma Antara Benua'
Sungguh ... huraian oleh Ustaz Syed Alwi Alatas di dalam buku ini benar-benar menggetarkan jiwa. Saya makin tertarik untuk membaca satu bab demi satu bab di samping rasa gerun dan insaf meningkat satu bab demi satu bab di dalam hati sepanjang 'kembara' bersama buku ini. Sebuah pedoman untuk iman ... insya-Allah.
- IBNU RIJAL Penulis buku 'Bertanya Tentang Tuhan' dan 'Khutbah Terakhir Rasulullah'.
Apabila saya membaca karya ini, saya dapat merasakan bahawa karya ini benar-benar ‘hidup’. Allahu Akbar! Karya berbentuk tarbiah penceritaan, pengalaman dan perkongsian ini benar-benar seperti wayang gambar ketika membacanya, ada rasa takut, cemas, bahagia dan teruja. Sebuah karya yang mendatangkan buah-buah keinsafan, bahkan membuatkan kita lebih bersungguh-sungguh untuk terus membaiki diri dan umat. Kematian bukan tanda berakhirnya sebuah kehidupan, tetapi tanda bermulanya sebuah kehidupan yang abadi, syurga atau neraka!
- NOOR LAILA ANIZA BINTI ZAKARIA Perunding Motivasi & Pendakwah, IBS EXCEL TRAINING & CONSULTANCY
Risalah Mencari Husnul Khatimah ini sememangnya untuk ummah. Wasilah barakah yang mengguggah. Usai menelaah, pasti setiap diri akan bermuhasabah, hati akan tersentuh, air mata akan luruh kerana ia penuh hikmah dan ibrah!
- DR. KAMARIAH KAMARUDIN Pensyarah Kanan, Jabatan Bahasa Melayu, Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi, Universiti Putra Malaysia
Sangat bermanfaat untuk diri saya sendiri. Banyak tamsilan daripada kisah dan penceritaan. Soal besar dan pasti tentang kematian dimudahkan fahamnya dengan ayat-ayat mudah bersama tamsil kisah dan cerita.
Tidak dinafikan jiwa saya bergetar di banyak catatan dan tazkirah. Demi Allah yang nyawa saya berada dalam genggaman-Nya, diri ini gementar dan insaf. Moga insaf itu selamanya menjadi teman dan ditransformasikan menjadi amal baik buat menemani di alam barzakh.
- WEB SUTERA @ HIZAMNUDDIN AWANG Penulis buku ‘Berfikir Gaya Champion’, ‘Macedonia: Alexander Agung’ dan ‘Konstantinopel: Kibaran Panji-panji Al-Fateh’
Monday, August 19, 2013
Sinopsis
MENCARI HUSNUL KHATIMAH
Gagal dalam kematian jauh lebih teruk daripada gagal dalam peperiksaan. Anda boleh gagal dalam hidup, tapi jangan sampai gagal dalam kematian! Maksudnya, jangan sampai kita mati dan tercatat sebagai orang yang gagal di sisi Tuhan.
Maka belajarlah daripada kematian. Banyak-banyaklah mengingati kematian. Buat persediaan yang matang untuk menghadapi kematian.
Jangan lupakan kematian, kerana kematian tak pernah melupakan kita. Jangan lupa untuk mengambil pelajaran daripadanya, kerana kelupaan itu akan menjadi penyesalan yang besar pada hari kemudian. Jangan tak bersedia dalam menghadapinya, kerana kematian selalu mengintai dan bersedia untuk mencabut nyawa kita.
Jangan tunggu lagi. Ambillah pelajaran sekarang juga. Buat persediaan secepatnya. Agar pada akhirnya kita mampu menjadi seorang pemenang yang sejati. Seorang pemenang yang mendapat iktiraf daripada Khalik, bukan sekadar iktiraf daripada makhluk.
Gagal dalam kematian jauh lebih teruk daripada gagal dalam peperiksaan. Anda boleh gagal dalam hidup, tapi jangan sampai gagal dalam kematian! Maksudnya, jangan sampai kita mati dan tercatat sebagai orang yang gagal di sisi Tuhan.
Maka belajarlah daripada kematian. Banyak-banyaklah mengingati kematian. Buat persediaan yang matang untuk menghadapi kematian.
Jangan lupakan kematian, kerana kematian tak pernah melupakan kita. Jangan lupa untuk mengambil pelajaran daripadanya, kerana kelupaan itu akan menjadi penyesalan yang besar pada hari kemudian. Jangan tak bersedia dalam menghadapinya, kerana kematian selalu mengintai dan bersedia untuk mencabut nyawa kita.
Jangan tunggu lagi. Ambillah pelajaran sekarang juga. Buat persediaan secepatnya. Agar pada akhirnya kita mampu menjadi seorang pemenang yang sejati. Seorang pemenang yang mendapat iktiraf daripada Khalik, bukan sekadar iktiraf daripada makhluk.
Bakal terbit
Subscribe to:
Comments (Atom)






