Dalam berita hari ini disebutkan tentang seorang budak berusia 8 tahun di sebuah kampung di Lousiana, US, yang menembak mati neneknya. Motivasi di sebalik pembunuhan itu masih diselidiki. Budak itu berkata kepada petugas bahwa ia menembak neneknya itu secara tidak sengaja saat bermain-main dengan senjata api. Tapi penyelidikan menunjukkan bahwa kemungkinan besar budak itu menembak neneknya dengan sengaja dari belakang saat neneknya sedang duduk di ruang tamu.
Penyelidikan juga menemukan bahwa kejadian itu berlaku hanya beberapa menit selepas budak itu bermain video games yang mengandungi kekerasan. Video games yang dimainkan budak itu, Grand Theft Auto IV, merupakan game realistik yang mendorong pemainnya untuk mengumpulkan reward sebanyak mungkin dengan membunuh orang-orang yang ada di games tersebut. Perusahaan yang membuat games itu, walaupun merasa shock dengan kejadian tersebut, membantah kejadian itu sebagai dipengaruhi oleh video games kekerasan. (http://my.news.yahoo.com/eight-old-kills-grandmother-playing-video-game-040333234.html)
Nyawa manusia itu mahal. Tak semestinya kita bermain-main dengannya. Walaupun banyak penelitian dibuat untuk menolak kaitan unsur-unsur kekerasan dalam film dan video games dengan meningkatnya kekerasan dan pembunuhan, ia tetap mengganggu logika dan akal sehat manusia. Ide-ide kekerasan (violence) dalam film dan games itu, sedikit sebanyak, tentulah memberi pengaruh pada pikiran manusia, terlebih pada budak-budak.
Main-main sahaja sudah termasuk hal yang sia-sia, apalagi jika bermain dengan games yang mengajarkan kekerasan. Hidup ini hanya sekejap, jangan sampai kita mengakhirinya dengan keburukan dan kesia-siaan.
Syed Alwi Alatas,
Kuala Lumpur
28 Ogos 2013
*Gambar di atas hanya sebagai ilustrasi, tidak berkaitan dengan berita.

No comments:
Post a Comment