Kemudian saya berpikir, mungkin ada berita terbaru yang belum saya tengok tentang Mesir. Apakah Hosni Mubarak yang dikatakan akan dibebaskan itu tiba-tiba sahaja meninggal dunia? Saya pun membuka gambar itu dan membaca beritanya. Ternyata itu berita lama, tahun 2012. Saat itu ia sempat dikhabarkan meninggal dunia secara klinikal.

Terlepas dari berita itu, sebenarnya mengikut pada apa yang berlaku di Mesir sekarang ini Hosni Mubarak memang telah mati secara politik, politically dead, dan sekarang ini tampaknya bangkit kembali dengan pertolongan Abdul Fatah al-Sisi dan kawan-kawannya. Mubarak yang sudah jatuh dari kekuasaan, dipenjara, dan masuk mahkamah untuk menunggu hukuman, sekarang ini tampaknya akan dilepaskan kembali. Apakah ia akan kembali ke kursi kekuasaan, kita belum mengetahuinya.
Apa pun yang berlaku, pada akhirnya Mubarak, al-Sisi, dan yang lainnya akan mati juga, baik secara politik ataupun secara klinikal, mati yang sebenar-benarnya. Semua ada batas waktunya. Firaun pun tak boleh membeli keabadian. Pada saat kematian datang, semua yang telah dilakukan seseorang di dunia akan dipertanggung-jawabkan.
Bagi sebahagian orang, dunia adalah tempat satu-satunya untuk meraih kemenangan dan kejayaan. Ia akan melakukan apa sahaja untuk mendapatkan kemenangan dan kejayaan itu, walaupun dengan cara berbuat sezalim-zalimnya pada orang lain. Tapi bagi orang yang beriman, kemenangan akhirat jauh lebih penting. Di dunia, ia akan berusaha untuk menang dan berjaya. Tapi kalau pun ia kalah, ia tak kisah. Kerana kemenangan akhirat itulah yang jauh lebih penting.
Dunia ini singkat dan akhirat itu abadi. Di antara keduanya ada kematian yang menyakitkan dan selepasnya ada hisab yang keras. Cukuplah ia sebagai pengingat bagi kita semua.
Kuala Lumpur
Syed Alwi Alatas
22 Ogos 2013
No comments:
Post a Comment